Wow Di Duga Tidak Ada Izin Keramaian Hiburan Malam Jet Plane Tetap Buka

Editor: Redaksi author photo


 Citraburuhnasional.com. Medan -  Masa pandemic Covid -19 sudah banyak memakan korban, tapi salah satu tempat hiburan malam Jet Plane Jalan Imam Bonjol tetap buka. Padahal beberapa minggu yang lalu oknum pejabat Aceh Tenggara yang ditangkap polisi  dari Jet Plane menuju Hotel Kanaya diduga karena kedapatan narkotika jenis pil ekstasi


Beberapa awak media saat mau konfirmasi terkait izin bukanya Jet Plane dimasa pandemic Covid -19, Sabtu (10/10/2020) malam, diduga dikelabui security Jet Plane yang memakai baju kemeja putih.


" Sudah saya sampaikan kepada staf manager bang, tinggal tunggu stafnya yang memberitau kepada manager. Tunggu ajala bang yang penting sudah saya sampaikan kepada stafnya, bahwa orang abang mau ketemu manager" ucap security yang memakai baju kemeja putih didepan pintu masuk Jet Plane yang belum diketaui namanya.


Mendengar jawaban dari security tersebut, team awak media pun menunggu manager Jet Plane. Sekira setengah jam datang seorang lelaki keturunan Hindia Tamil menaikki sepeda motor matik, yang diduga pengawas Jet Plane" Manager tidak ada ditempat jawab lelaki keturunan Hindia Tamil dengan wajah bengis.


Lalu awak media menjawab" Lho tadi bapak security yang memakai baju kemeja putih ini bilang manager ada, mana yang benar ini. Lalu security tersebut berdalih" Maksud saya bagian asman yang ada bukan manager" dalihnya.


Pantauan awak media pengunjung Jet Plane banyak tidak memakai masker. Diduga pihak hiburan malam Jet Plane melanggar protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.



Kapolsek Medan Kota Kompol M.Riki Ramadhan, saat dikonfirmasi awak media terkait ijin keramaian  hiburan malam Jet Plane melalui pesan whatsap, Sabtu (10/10/2020) malam mengatakan" Tidak tau saya mas, dan kitapun tidak ada mengeluarkan ijin keramaianya . Setau saya pun Polrestabes Medan dan Polda Sumut juga tidak ada mengeluarkan ijin keramaianya mas" pungkasnya. RED/AFT

Share:
Komentar

Berita Terkini