Ketua Umum LP3SU Angkat Bicara Terkait Dugaan Talas Rp.40 Juta Di Polsek Patumbak

Editor: Redaksi author photo
Citraburuhnasional.com. Medan -  Dugaan tangkap lepas (Talas) di Polsek Patumbak membuat ketua umum Lembaga Pemantau Pemilu dan Pemerintahan Sumatera Utara atau (LP3SU) Salfimi Umar angkat bicara. Pasalnya, ketua umum LP3SU Salfimi Umar ingin memperbaiki kinerja Polri yang sudah baik jadi tidak baik, akibat ulah oknum tersebut.

Ketua umum Lembaga Pemantau Pemilu dan Pemerintahan Sumatera Utara atau (LP3SU) Salfimi Umar saat dikonfirmasi citraburuhnasional.com, Senin (21/9/2020) mengatakan"  Saya mendengar adanya dugaan pelaku kasus narkotika jenis sabu di Polsek Patumbak, telah dilepaskan dengan mahar Rp.40 juta. Kalau dugaan itu benar harus dapat dibuktikan oleh pelaku, dan segerah Propam memeriksa Kanitnya.

" Kitakan sudah tau sama tau gimana orang yang  ditangkap itu, berarti dugaan buktinya sudah lengkap makanya pelaku sempat ditahan" ucap Ketua Umum LP3SU Salfimi Umar.

Lanjut Salfimi Umar, ya sekarang tinggal kita untuk melakukan pengawasan kinerja oknum tersebut. Karena adanya dugaan temuan dari rekan - rekan Pers bahwa adanya Talas di Polsek Patumbak dengan  mahar Rp.40 juta.

"Saya menegaskan Kapolda Sumut dan yang terkait harus menyelesaikan kasus ini, agar citra Polri tidak menjadi buruk dalam penegakan hukum, karena ini tugas yang mulia" tegas Ketua Ummum LP3SU Salfimi Umar. 

Terpisah .Beredarnya berita terkait diduga kasus narkotika jenis sabu - sabu dengan tersangka berinisial BS, warga Medan Amplas yang sempat ditahan dijeruji besi Polsek Patumbak Polrestabes Medan, telah menghirup udara segar / bebas.

Informasi tersebut dikutip disalah satu media online yang menyatakan, diduga tersangka dapat bebas karena keluarganya telah menyerahkan uang damai kepada pihak petugas.

Sebelumya tersangka BS yang sempat ditahan dalam jeruji besi Polsek Patumbak, Rabu (16/09/2020) lalu, dan bebas diawal bulan September juga.

BS warga Medan Amplas ini ditangkap polisi,  karena kedapatan narkotika jenis sabu saat menjenguk kesel tahanan Polsek Patumbak.

Disitu, petugas penjagaan Polsek Patumbak menemukan barang haram tersebut beserta kaca pirex dalam bungkus nasi yang sudah dikemas. Akibat perbuatanya yang telah melanggar hukum, BS dijebloskan kejeruji besi Polsek Patumbak.

Sementara BS saat ditemui di dekat kediamannya mengaku jika ia memang baru bebas dari Polsek Patumbak karena kedapatan membawa sabu untuk temannya di penjara. ”Ia bang baru bebas dari penjara. Baru lima hari keluar dari penjara, ”ucap BS.

BS juga mengaku ditangkap karena kedapatan membawa sabu saat berkunjung ke dalam sel. Barang haram tersebut disembunyikan dalam bungkusan nasi yang hendak diserahkan kepada temannya. Namun, upaya tersebut diendus oleh pihak kepolisian. ”Saya bisa bebas setelah membayar Rp 40 juga kepada oknum polisi, ”pungkasnya.

Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Philip Antonio Purba saat dikonfirmasi citraburuhnasional.com melalui pesan Whatsap, Sabtu (19/9/2020) terkait pemberitaan tersebut mengaku tidak benar.

" Tidak benar itu semua, memang ada kita amankan karena kedapatan pipa kaca kosong dalam nasi bungkus yang dibawanya bro" pungkasnya. AFT
Share:
Komentar

Berita Terkini