Ingin Konfirmasi Diduga PT Capella Multidana Saling Buang - Membuang

Editor: Redaksi author photo

Citraburuhnasional.com
Medan - Agar tidak ketauan oleh publik sistem peraturan sepihak yang dilakukanya, diduga pihak  PT. Capella Multidan Jalan Putri Hijau kota Medan, saat dikonfirmasi awak media terkait sepeda motor konsumen yang ditarik, saling buang - membuang.

Disitu, saat awak media konfirmasi pihak PT.Capella Multidana bagian sales counter yang tak mau disebutkan namanya, Senin (31/8/2020) mengatakan" Agar menemui pihak management saja esok hari beber Wanita berkulit sawo mateng yang enggan menjawab pertanyaan awak media.

"Pihak management PT Capella Multidana saja yang menjawab besok,  kalau bapak-bapak mau jawaban management, datang aja besok jam 11" imbuhnya.

Masih menyisakan tanda tanya besar buat masyarakat, dimana baru-baru ini di dendangkan oleh MK, UU Fidusia terbaru yaitu : "Penerima hak fidusia (kreditur) tidak boleh melakukan eksekusi sendiri melainkan harus mengajukan permohonan pelaksanaan eksekusi kepada pengadilan negeri," demikian bunyi Putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019 tertanggal 6 Januari 2020.

Terpisah berita sebelumnya. Seharusnya PT.Capella Multidana Jalan Putri Hijau, tidak segampan itu menarik sepeda motor atas nama konsumen  Susilawati (40) warga Jalan Seksama Gang Raja Aceh Lingkungan 19, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai. Pasalnya, disituasi virus corona Covid - 19 ekonomi sangat sulit.

Ironisnya karyawan PT.Capella Multidana yang diketaui bernama  Andi , diduga menipu konsumenya dengan alasan agar sepeda motor dapat ditangguhkan karena Covid - 19.

Lalu Susilawati yang didampingi oleh suaminya Putra Panjaitan (50), mengikuti arahan Andi yang menyuruh datang ke PT.Capella Multidana, guna mendapatkan keringanan /penangguhan  kredi sepeda motor Honda Scopy warna Stainless BK 4373 AIX miliknya.

Saat ditemui awak media Putra Panjaitan dan istrinya Susilawati di PT. Capella Multidana, Senin (24/8/20) mengatakan" Kami  membayar kredit sepeda motor sudah berjalan 10. 6 bulan yang sudah kami bayar dan 4 bulan belum kami bayar dikarenakan ekonomi sulit diamasa Covid 19.

" Yang buat kami kesal Andi karyawan PT. Capella Multidana telah menipu kami dengan iming - iming akan menangguhkan / keringanan kredi sepeda motor kami karena Covid - 19 dengan persyaratan bawa sepeda motor, KK dan KTP suami istri ke PT. Capella Multidana"  kesal Putra Panjaitan dan Susilawat.

 Putra Panjaitan melanjutkan"  Karena kami mempunyai etikad baik, kamipun mengikutti arahan Andi untuk datang ke PT.Capella Multidana dengan persyaratan yang kami bawa tersebut. Lalu sepeda motor kami yang  terparkir dihalaman PT. Capella Multidana dalam keadaan stang terkunci, diangkat pakai besi dan diseret kegudang  oleh salah satu karyawan PT.Capella Multidana yang belum kami ketaui namanya.

" Dengan tidak senangnya sepeda motor kami diambil secara paksa begitu, lalu kami tanyakan sama Andi kenapa dimasukki kegudang sepeda motor kami itu.

" Lalu Andi menjawab penangguhan / keringanan kredi sepeda motor yang diajukan tidak disetujui oleh pimpinan" jawab Putra Panjaitan yang meniru ucapan Andi.

Saat awak media konfirmasi dua orang lelaki keturunan tiongha yang merupakan karyawan PT.Capella Multidana, saling tolak - menak" Kami tidak tau dengan permasalahan bapak ini bang, karena bukan kami yang menaganinya bang.

" Coba abang dan bapak menunggu didepan biar kita hubungi yang menangani permasalahan bapak ini" kilah lelaki keturunan tiongha tersebut.

Mengikutti arahan lelaki keturunan tiongha tersebut, Putra Panjaitan yang didampingi oleh kedua awak media menuju pintu masuk depan PT.Capella Multidana.

Salah satu wanita yang mengaku bernama Enggel karyawan PT. Capella Multidana saat dikonfirmasi awak media mengatakan" Andi yang menangani permasalahan bapak ini sedang tidak ada dikantor, lagian bapakkan sudah tau jawabanya dari yang menangani permasalahan bapak. Kalau mau jumpai yang menangani permasalahan bapak kembali, besokla ya" jawabnya dengan singkat. AFT
Share:
Komentar

Berita Terkini