Meteran Tidak Terbaca, PLN Cabang Belawan Di Duga Peras Konsumen.

Editor: Redaksi author photo

Citraburuhnasional.com
Medan -  Sudahlah ekonomi sulit dimasa pandemik covid 19, malah PLN cabang Belawan diduga peras konsumen dengan cara meteran konsumen tidak terbaca,  seperti yang dialami Irwansyah warga Jalan Hamparan Perak. Dibukti pembayaran rekening listrik atas nama Thamrin yang merupakan mertua Irwansyah.

Budi bagian meteran PLN cabang Belawan saat dikonfirmasi awak media, Senin (10/8/2020) mengatakan" Meteran bapak ini tidak terbaca, makanya bisa menumpuk angka meteranya. Karena saat petugas pencatat meteran setiap bulan datang kerumah, bapak ini selalu tidak ada dirumahnya" ujarnya.

Saat dimintai oleh awak media panggil petugas lapangan yang mencatat meteran, Budi berdalih bahwa petugas lagi dilapangan.

" Taunya kita menumpuk angka meteran listrik bapak Irwansyah, setelah kita cek dan keluarlah semua makanya bapak Irwansyah terutang sebesar Rp.3 juta. Itupun karena kita terka saja angka meteranya, soalnya sulit terbaca oleh petugas kita" kilah Budi bagian meteran PLN cabang Belawan.

Irwansya yang didampingi oleh awak media yang merasa dirugikan oleh PLN cabang Belawan mengatakan" Saya terkejut pihak PLN cabang Belawan menyebutkan, bahwa saya terutang sebesar Rp.3 juta. Padahal tiap bulan uang listrik rumah saya selalu saya saya bayar. Lagian pihak PLN cabang Belawan tidak ada memberi info menumpuknya angka meteran rumah saya, bapak cuma memberi tau bahwa saya terutang Rp.3 juta dengan alasan angka meteran saya menumpuk, saat saya minta bukti menumpuknya angka meteran saya, bapak tidak ada memberikanya" kesal Irwansyah kepada Budi bagian meteran PLN cabang Belawan.


Budi berdalih kembali , kan bapak sudah saya bantu dengan cara mencicil menumpuk angka meteran bapak. Uang listrik yang harus bapak bayar tiap bulan sebesar Rp.273.000, dan bapak cuma sanggup membayar Rp.300 ribu, nah sisanya itulah yang harus bapak bayar" jawab Budi.

Saat awak media konfirmasi kembali, dari bulan berapa menumpuknya angka meteran listrik Irwansyah, Budi hanya menjawab sudah ada 1 tahun.

" Nah ini kesalahan bapak Irwansyah, apa kesalahan petugas lapangan yang mencatat meteran listrik" jelas awak media

Budi pun menjawab kembali, memang itu kesalahan dari petugas lapangan kita, tapikan sudah kita atasi ternyata angkanya kecil.

" Saya akui bapak ini tidak ada tunggakan, cuma angka meteran bapak ini menumpuk, makanya keluarlah dibulan Juli. Dibulan Agustus bapak ini mengirim pesan melalui Whatsap, bahwa angka meteranya 1743, nah itulah yang saya keluarkan" pungkas Budi.

Hironisnya Budi saat dikonfirmasi ulang kembali oleh awak media tidak bisa menjawab dari bulan berapa angka meteran listrik Irwansya menumpuk, Budi hanya bisa menjawab sudah setahun menumpuknya angka meteran listrik rumah Irwansyah. Dengan alasan tidak terbaca oleh petugas lapangan meteran listrik Irwansyah , tiba - tibah sudah teritung 2000 meter.

"Lalu awak media menerangkan, bahwa bapak Irwansyah bukan tidak mau membayar, tapi ingin mengetaui darimana asal terutangnya sebesar Rp.3 juta yang dibebankan pihak PLN cabang Belawan kepada Irwansyah.

Tapi Budi bersikukuh kembali, bahwa petugas lapangan sudah melayangkan surat pemberitauan kerumah konsumenya, namun Irwansyah selaku konsumen tidak pernah mendapatkan surat pemberitauan dari PLN cabang Belawan. Diduga pihak PLN cabang Belawan, telah mengambil keuntungan dari konsumen dengan cara angka meteran tak terbaca.

" Saat dimintai awak media pertinggal surat peringatan yang sudah diantar kerumah Irwansyah, Budi tidak bisa memberikanya.

" Bapak bilang surat pemberitauanya sudah diantar, tapi bapak tidak dapat memberi pertinggal surat pemberitauanya, kan aneh jadinya. Lagian bapak bilang setiap bulan petugas lapangan datang, penghuni rumah tidak ada. Jadi sudah bapak anggap rumah kosong / tidak ada penghuninya, tapi uang listrik selalu dibayar konsumen setiap bulan. Hironisnya, bapak hanya mengetaui gambar rumah yang dikirim petugas lapangan bapak.

" Yang menghitung angka meteran pihak PLN, jadi dimana kesalahan bapak Irwansyah ini. Berarti pihak PLN yang membuat menumpuk angka meteran pak Irwansyah" sebut awak media.

Lalu Budi menjawab dengan singkat, kan bapak ini yang memakai listriknya" paparnya. (AFT.)
Share:
Komentar

Berita Terkini