Ketua umum jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) Albiner Sitompul, menilai Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai sosok yang berorientasi pada aspek pelayanan terhadap masyarakat

Editor: Redaksi author photo
Citraburuhnasional.com
 Jakarta - Komjen Sigit yang bayak disebut banyak orang ketika melihat KOMJEN Listyo Sigit Prabowo di media sosial dan ketika saya berdialog ringan dan berat dengannya, sosok dijajaran Polri ini tetap bersahaja dan tenang bila ditanya tentang perjalanan kariernya, kata Albiner kepada beberapa wartawan media online, Minggu (17/8/2020).

Albiner Sitompul mengatakan, patut ditelaah langkah-langkah hidup Komjen Sigit dalam menjalankan tugas dan aktivitas sehari-hari, kesatuan yang memiliki jargon"melindungi,mengayomi dan malayani masyarakat tersebut perlu di buktikan ya secara profisional, modern dan terpercaya.

Ketenangan adalah kekuatan lahir dan bathin, sebut Albiner Sitompul yang kaya pengalaman pengabdiannya kepada negara, sejak tamat AKABRI tahun 1988 di Satuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Albiner pernah menjabat Ajudan Presiden BJ.Habibie dan juga dilembaga ketahanan Nasional RI serta memimpin beberapa yayasan dan organisasi masyarakat umum maupun Islam.

Albiner Sitompul mengungkapkan beberapa fakta prestasi yang merupakan anugrah yang dimiliki Listyo Sigit (51) tahun ini, dimata Albiner, Jendral lulusan 1991 dari Akademi Kepolisian ini ( Listyo Sigit) ternyata tidak pernah berhenti memohon ketenangan dan kekuatan pada  Tuhan yang maha pengasih dan penyayang dalam setiap menjalankan tugas-tugas nya.

Hal ini juga ditunjukkannya ketika memangku jabatan Kabareskrim, sebuah jabatan yang banyak didambakan orang lain, dia tetap tidak lupa bersyukur dan memohon kepada Tuhan dalam menghadapi jalan terjal dengan ragam tantangan dan rintangan.
Semua dihadapinya dengan ketengan lahir dan bathin,"kata Albiner Sitompul tentang sosok Jendral Sigit.

Entri point'"ketenangan" itulah kemmudian menjadi penilaian Albiner Sitompul yang menarik untuk diteladani, Jendral Sigit merupakan perwira yang meraih pangkat Komisaris Jendral Polisi angkatan 91, dan jadi perwira termuda yang menjabat sebagai Kabareskrim dalam kurun satu dekade terakhir.

Menurut Albiner, ketenangan dalam melaksanakan amanah dapat dibaca dari riwayat perjalanan hidup jendral Sigit, pertama, ketika dipromosikan tahun 2009 mengisi Kapolres di Pati, beliau dianggap minimprestasi, kedua , penolakan keras dari MUI Banten ketika menduduki jabatan Kapolda dengan alasan rasis, ketiga, ketika dipromosikan menduduki amanah sebagai  Kabareskrim dengan aroma senioritas dan lainnya.

Namun, kata Albiner, tempaan jam terbang dan lingkungan zona kerja, menjadi daya tarik sendiri dalam membentuk ketenangan lahir dan bathin, tidak heran, interaksi dengan para ulama yang intens ketika beliau bertugas dijawa tengah ,Pati, Semarang, Solo dan Banten, kota yang penuh dengan Kyai dan Ulama sebagai cipta peluang untuk sharing kebangsaan dalam melayani masyarakat.

Silahturahmi jendral Sigit dengan Kyai Sahal Mahfudz yang pernah menduduki ketua MUI dan dewan penasehat pengurus Besar Nahdlatul ulama" kata Albiner Sitompul.

Jendral Sigit, mulai dikenal publik saat karirnya tahun 2009, jabatan penting diamanahkan berawal dari Polres Pati, Wakapoltabes Semarang dan Kapolres Surakarta, prestasi Sigit semakin cemerlang, terbukti tahun 2014 dipanggil ke istana sebagai Ajudan Presiden Jokowidodo, kemudian diamanahkan menjabat Kapolda Banten 2016, kemudian lanjut ke Mabes Polri sebagai Kepala Divisi Propam Polri tahun 2018, hingga pada posisi strategis sebagai Kabareskrim. (ret)


Narasumber: M.Fadli To'ai
Share:
Komentar

Berita Terkini