Ingin Mencari Penyelesaian Angka Meteran Menumpuk, Irwansyah Malah Di Suruh UP3 PT. PLN Persero Medan Utara Tanyak Kembali Ke PLN Cabang Belawan.

Editor: Redaksi author photo

Citraburuhnasional.com
Medan - Diduga UP3 PT.PLN (Persero) Medan Utara kongkolikong dengan PLN Cabang Belawan. Pasalnya, ingin mencari penyelesaian menumpuknya angka meteran listrik dirumahnya , Irwansyah (56) warga Hamparan Perak malah disuruh Sabrin yang membidangi transaksi energi di UP3 PT.PLN (Persero) Medan Utara, tanyak kembali ke PLN Cabang Belawan.

Padahal Irwansyah sebelumnya sudah datang  ke PLN Cabang Belawan, namun tidak ada penyelesaian dan tetap disuruh bayar menumpuknya angka meteran listrik rumahnya. Hironisnya, menumpuknya angka meteran listrik rumah Irwansyah, diduga kesalahan dari PLN Cabang Belawan yang hanya menerka menumpuknya angka meteran listriknya.

Dengan rasa kecewanya, Irwansyah mendengar ucapan Sabrin yang membidangi transaksi energi di UP3 PT.PLN (Persero) Medan Utara, Irwansya pun beranjak pulang dengan lesu.

Dalam hal tersebut, Sabrin yang membidangi transaksi energi di UP3 PT.PLN (Persero) Medan Utara hanya dapat menyarankan,  agar Irwansya membuat surat permohonan keringanan dengan alasan datanya tidak ada dikantor UP3 PT.PLN (Persero) Medan Utara.

Saat mendatangi kantor  UP3 PT.PLN (Persero) Medan Utara, Selasa (11/8/2020) siang, Irwansya yang didampingi oleh awak media ingin mencari keadilan dikantor UP3 PT.PLN (Persero) Medan Utara.

Sebelum ketemu dengan yang berwenang di UP3 PT.PLN (Persero) Medan Utara untuk memberi penjelasan,  Irwansyah terlebih dahulu ketemu dengan security.

Disitu, security menyebutkan bahwa Budi Heru bukan pegawai PLN Cabang Belawan melainkan pekerja harian lepas (PHL).

Beberapa menit kemudian, Sabrin yang membidangi transaksi energi di UP3 PT.PLN (Persero) Medan Utara, menemui Irwansyah dihalaman parkir persis disamping kantor security. Diduga Sabrin tidak menghargai  kedatangan konsumen,  untuk menyampaikan rasa kekecewaanya terhadap PLN Cabang Belawan. Seharusnya, Sabrin mengajak Irwansyah konsumen PLN Cabang Belawan, kedalam ruangan kantor UP3 PT.PLN (Persero) Medan Utara. Untuk menyelesaikan permasalahan Irwansyah dengan PLN Cabang Belawan.

Dengan sikap dan kelakuan Sabrin yang tidak sopan menemui konsumen PLN Cabang Belawan, jadi perhatian awak media yang mendampingi Irwansyah.

" Ya buat saja surat keberatan secara resmi , untuk PLN Cabang Belawan terkait menumpuknya angka meteran dan ditembuskan kekantor UP3 PT.PLN (Persero) Medan Utara" jelas Sabrin yang membidangi transaksi energi di UP3 PT.PLN (Persero) Medan Utara dengan singkat.

Saat dikonfirmasi awak media, apakah sebelumnya sudah ada konsumen mengalami hal yang sama.

Sabrin menjawab, saya rasa di ULP banyak yang mengalami seperti itu. Tapi saya tidak mengetaui persoalan itu semuanya, karena pelanggan kita sebanyak 300.000. Kan tidak mungkin saya ingat satu persatu. Untuk lebih jelasnya silahkan tanyakan ke PLN Cabang Belawan" pungkasnya dengan kesal saat dikonfirmasi awak media.


Perlu diketaui bahwa konsumen dilindung UUD No.8 tahun 1999, agar tidak ada dirugikan saat adanya perselisihan paham.

Berita sebelumnya, sudahlah ekonomi sulit dimasa pandemik covid 19, ini malah PLN cabang Belawan diduga peras konsumen dengan cara meteran konsumen tidak terbaca, seperti yang dialami Irwansyah warga Jalan Hamparan Perak. Dibukti pembayaran rekening listrik atas nama Thamrin

Budi Heru bagian meteran PLN cabang Belawan saat dikonfirmasi awak media, Senin (10/8/2020) mengatakan" Meteran bapak ini tidak terbaca, makanya bisa menumpuk angka meteranya. Karena saat petugas pencatat meteran setiap bulan datang kerumah, bapak ini selalu tidak ada dirumahnya" ujarnya.

Saat dimintai oleh awak media panggil petugas lapangan yang mencatat meteran, Budi berdalih bahwa petugas lagi dilapangan.

" Taunya kita menumpuk angka meteran listrik bapak Irwansyah, setelah kita cek dan keluarlah semua makanya bapak Irwansyah terutang sebesar Rp.3 juta. Itupun karena kita terka saja angka meteranya, soalnya sulit terbaca oleh petugas kita" kilah Budi bagian meteran PLN cabang Belawan.

Irwansya yang didampingi oleh awak media yang merasa dirugikan oleh PLN cabang Belawan mengatakan" Saya terkejut pihak PLN cabang Belawan menyebutkan, bahwa saya terutang sebesar Rp.3 juta. Padahal tiap bulan uang listrik rumah saya selalu saya saya bayar. Lagian pihak PLN cabang Belawan tidak ada memberi info menumpuknya angka meteran rumah saya, bapak cuma memberi tau bahwa saya terutang Rp.3 juta dengan alasan angka meteran saya menumpuk, saat saya minta bukti menumpuknya angka meteran saya, bapak tidak ada memberikanya" kesal Irwansyah kepada Budi bagian meteran PLN cabang Belawan.

Budi berdalih kembali , kan bapak sudah saya bantu dengan cara mencicil menumpuk angka meteran bapak. Uang listrik yang harus bapak bayar tiap bulan sebesar Rp.273.000, dan bapak cuma sanggup membayar Rp.300 ribu, nah sisanya itulah yang harus bapak bayar" jawab Budi.

Saat awak media konfirmasi kembali, dari bulan berapa menumpuknya angka meteran listrik Irwansyah, Budi hanya menjawab sudah ada 1 tahun.

" Nah ini kesalahan bapak Irwansyah, apa kesalahan petugas lapangan yang mencatat meteran listrik" jelas awak media

Budi pun menjawab kembali, memang itu kesalahan dari petugas lapangan kita, tapikan sudah kita atasi ternyata angkanya kecil.

" Saya akui bapak ini tidak ada tunggakan, cuma angka meteran bapak ini menumpuk, makanya keluarlah dibulan Juli. Dibulan Agustus bapak ini mengirim pesan melalui Whatsap, bahwa angka meteranya 1743, nah itulah yang saya keluarkan" pungkas Budi.

Hironisnya Budi saat dikonfirmasi ulang kembali oleh awak media tidak bisa menjawab dari bulan berapa angka meteran listrik Irwansya menumpuk, Budi hanya bisa menjawab sudah setahun menumpuknya angka meteran listrik rumah Irwansyah. Dengan alasan tidak terbaca oleh petugas lapangan meteran listrik Irwansyah , tiba - tibah sudah teritung 2000 meter.

"Lalu awak media menerangkan, bahwa bapak Irwansyah bukan tidak mau membayar, tapi ingin mengetaui darimana asal terutangnya sebesar Rp.3 juta yang dibebankan pihak PLN cabang Belawan kepada Irwansyah.

Tapi Budi bersikukuh kembali, bahwa petugas lapangan sudah melayangkan surat pemberitauan kerumah konsumenya, namun Irwansyah selaku konsumen tidak pernah mendapatkan surat pemberitauan dari PLN cabang Belawan. Diduga pihak PLN cabang Belawan, telah mengambil keuntungan dari konsumen dengan cara angka meteran tak terbaca.

" Saat dimintai awak media pertinggal surat peringatan yang sudah diantar kerumah Irwansyah, Budi tidak bisa memberikanya.

" Bapak bilang surat pemberitauanya sudah diantar, tapi bapak tidak dapat memberi pertinggal surat pemberitauanya, kan aneh jadinya. Lagian bapak bilang setiap bulan petugas lapangan datang, penghuni rumah tidak ada. Jadi sudah bapak anggap rumah kosong / tidak ada penghuninya, tapi uang listrik selalu dibayar konsumen setiap bulan. Hironisnya, bapak hanya mengetaui gambar rumah yang dikirim petugas lapangan bapak.

" Yang menghitung angka meteran pihak PLN, jadi dimana kesalahan bapak Irwansyah ini. Berarti pihak PLN yang membuat menumpuk angka meteran pak Irwansyah" sebut awak media.

Lalu Budi menjawab dengan singkat, kan bapak ini yang memakai listriknya" paparnya. AFT.
Share:
Komentar

Berita Terkini